Sabtu, 26 November 2016

Foto Wisata

Foto - Foto di Wisata Magetan


                                         Ini tempatnya baru looo di Telaga Sarangan ..

                                        Kalo ini di Hutan Pinus juga di daerah sarangan

Kalo ini di Wonomulyo tempatnya juga asik lo, sejuk pulaa kalo ini di Air Terjun Tirta Sari

 Hmmm kalo ini juga di Wonomulyo itu ke kayak tumbuhan yang memanjang ke puncakk😂😃😃

Wisata Monomulyo Poncol , Magetan





Gue sama temen temen gue pas hari minggu maen loo ke monomulyo tuhh diatas ada videonyaa 😂😂

Jumat, 25 November 2016

Wisata Magetan Sarangan


Telaga Sarangan Magetan : Telaga Eksotis Di Kaki Gunung Lawu







Siapa yang tidak kenal dengan Telaga Sarangan yang merupakan wisata favorit di Jawa Timur. Disini, Anda dapat melihat telaga yang luas dan pegunungan hijau Sidoramping yang menjulang tinggi di sekitar Gunung Lawu. Konon katanya dahulu telaga sarangan adalah lokasi wisata  favorit para penjajah.
DI Telaga sarangan para wisatawan bisa menikmati telaga yang tenang yang seakan-akan menjadi sebuah cermin raksasa bagi pegunungan hijau dan gunung di sekelilingnya. Anda dapat menikmati udara sejuk pada suhu 18-220C karena Telaga Sarangan terletak pada ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut.


Keseruan Mengelilingi Telaga Sarangan
Di lokasi wisata telaga sarangan ada fasilitas sepeda air yang menyerupai bebek dan perahu laut di pinggir telaga. Ini dapat menjadi sarana untuk Anda yang berniat untuk mengelilingi telaga melalui air. Anda juga dapat berkeliling menggunakan kuda atau delman yang disewakan penduduk lokal.
Jika Anda ingin berolahraga, Anda juga dapat mengelilingi telaga ini dengan berjalan kaki atau berlari. Tak hanya itu, Anda bisa menjumpai hutan pinus di lereng pegunungan disekeliling Telaga Sarangan. Dengan suasana yang nyaman dan indah, olahraga pun semakin menyenangkan.
Dekat dengan Telaga Sarangan, terdapat  pintu masuk menuju air terjun. Terdapat tiga buah air terjun disini yaitu air terjun Pundak Kiwo, Watu Ondo, dan Jarakan. Terdapat  bekas pesawat yang dijadikan monumen untuk mengingat peristiwa sejarah di Kota Madiun dan Kabupaten Sarangan dimana terdapat Pangkalan Utama AURI di dekat pintu masuknya.

Selama perjalanan menuju air terjun, Anda akan melewati lereng gunung yang digunakan untuk berkebun. Anda juga dapat melihat berbagai tanaman sayuran, dapat mencelupkan kaki Anda ke dalam air bening yang segar dan dingin yang digunakan dalam pengairan perkebunan.
Anda tidak perlu khawatir untuk masalah makanan karena Anda dapat menikmati  sate kelinci dan lontong yang banyak terdapat disekeliling telaga sarangan. Sate kelinci ini memiliki daging yang lembut dan empuk sehingga dapat membuat Anda ketagihan. Harga yang ditawarkan untuk satu porsi sate adalah Rp. 7.000. Selain itu, terdapat juga nasi pecel. Daerah Sarangan ini bertetangga dengan Kota Madiun yang dikenal dengan bumbu dan sambal pecelnya.

Fasilitas Hotel Dan Penginapan Di Telaga Sarangan
Tak perlu khawatir dalam mencari penginapan karena di Telaga Sarangan ini terdapat  hotel yang saling bersaing dan menawarkan harga yang terjangkau. Anda dapat menginap di ruangan dengan 2 kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp 500.000,- untuk semalam. Untuk yang lebih murah, Anda bisa menyewa hotel dengan fasilitas satu kamar. Tempat penginapan ini juga menyediakan air panas untuk minum maupun mandi. Umumnya, hotel disini memiliki bangunan dua lantai sehingga Anda bisa menikmati pemandangan yang indah.
Lokasi Lengkap Dan Rute Menuju Telaga Sarangan
Secara administratif telaga sarangan berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebuah tempat wisata yang berada persis di kaki gunung lawu yang terkenal dengan keindahan dan kesejukan alam nya. LOkasi telaga sarangan sendiri berada di1200 MDPL.
Telaga sarangan terletak diantara perbatasan Hateng dengan Jatim, Telaga Sarangan tepatnya berada di bagian barat Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga Sarangan ini terletak di lereng Gunung Lawu (3.265 m) dengan pemandangan pegunungan dan hutan pinus  yang sangat indah.



Oleh-Oleh Khas Telaga Sarangan
Kurang berkesan jika Anda mengunjungi Telaga Sarangan tanpa membawa oleh oleh khasnya seperti kaos, tas, ataupun kerajinan tangan dari kayu yang merupakan hasil karya dari masyarakat lokal sekitar sehingga ciri khas dari Telaga Sarangan tidak akan terdapat di tempat lainnya.
Telaga Sarangan sangat cocok untuk liburan Anda bersama keluarga atau hang-out bersama teman. Lepas penat dan buang lelah Anda di Telaga Sarangan, Jawa Timur
.
Ada juga videonya lohh..tonton yuk...

Sejarah Desa Bulu Sukomoro


Desa Bulu



Desa Bulu berada di kec. Sukomoro kab. Magetan, Jawa Timur. Desa Bulu, iya itu namanya, aneh memang begitu didengar, namun sayangnya aku tidak tahu pasti bagaimana asal usul desa Bulu. Banyak orang yang berkata bahwa, dahulu kala ada sebuah pohon yang sanat rimbun dan besar dan didalam pohon tersebut terdapat ular yang sangat besar. Pohon itu berada punden (tempat kerajaan pembabat desa Bulu )katanya itu adalah pohon bulu. Tidak nyambung memang antara asal usul dengan nama yang diberikan, jadi entah asal usul tersebut benar atau tidak.
Masyarakat desa Bulu memiliki ritual khusus setiap tahunnya. Pada saat bulan syura masyarakat desa Bulu berbondong-bondong pergi ke punden untuk melaksanakan selamatan. Acara tersebut dimeriahkan dengan hiburan gambyong. Ritual ini tidak boleh dilaksanakan pada akhir bulan syura, kalau tidak awal juga tengah-tengah bulan. Ritual ini dipercaya, jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan bencana besar bagi desa Bulu.
Di Desa Bulu tidak mempunyai makanan khas, namun masyarakat desa Bulu memiliki keatifitas untuk mengembangkan makanan khas daerah magetan yaitu, kerupuk lempeng dan nasi pecel. Selain itu masyarakat desa Bulu juga banyak yang memiliki usaha home industri diantaranya adalah produksi tempe, jengkol, dan gatot. Produksi yang dikembangkan di Desa Bulu sebagian besar berasal dari palawija dan umbi-umbian.
Di Desa Bulu terkenal dengan hamparan tanaman tebu berhektare-hektare. Selai bekerja di home industri, masyarakat desa Bulu juga memiliki profesi sebagai petani dan buruh tani. Mereka bekerja disesuaikan dengan musim yang sedang terjadi. Jika dimusim kemarau warga desaku bekerja dibidang home idustri, namun jika dimusim penghujan warga desaku melakukan cocok tanam.
Masyarakat desa Bulu memiliki keramahan, kesopanan, dan toleransi yang tinggi, memang ada yang egois tapi itu hanya sedikit. Warga desaku memiliki keahlian dan cara bergaul yang berbeda-beda. Meskipun demikian mereka semua tetap memiliki kekompakan yang tinggi. Mereka menilai bahwa, justru perbedaan inilah yang dijadikan keadaan saling melengkapi